Menjadi Bintang di Anfield

Berawal dari kesulitan ia selalu memberikan penampilan terbaiknya pada setiap pertandingan, ia jadikan itu sebagai bentuk balas dendam atas masa-masa sulitnya.

Menjadi Bintang di Anfield
Foto: Bolastoria.com

Bolastoria – Luis Diaz, sosok yang berhasil memberikan warna pada permainan Liverpool saat ini siapa yang menyangka ia pernah mengalami masa sulit dalam hidupnya.

Diaz tumbuh dan besar di Barrancas di mana 4.770 anak meninggal akibat kekurangan gizi. Lebih tepatnya ia tinggal di suatu daerah terbelakang di Kolombia, La Guajira.

Tercatat pada tahun 2019 angka kematian di daerah tersebut sangat tinggi akibat kekurangan gizi untuk anak balita di antara penduduk asli Wayuu-salah satu suku di Kolombia yang menderita kemiskinan dan gizi buruk.

Sosok Diaz yang sekarang merupakan dari buah kerja kerasnya. Saat dirinya masih kecil, ia sangat suka melihat kereta api yang melewati desanya di Barrancas yang mengangkut batu bara. Saat kereta api itu melintas, Diaz sering bertanya-tanya pada dirinya sendiri, apakah dia akan mempunyai kesempatan untuk melihat lebih banyak pemandangan di belahan bumi lainnya.

Awal Perjalanan Luis Diaz

Sama sekali tidak terbayang oleh anak kecil yang hidup di tengah-tengah kehidupan sulit bisa mengunjungi belahan bumi lainnya untuk bermain sepak bola.

Diaz menjadi salah satu anak dari suku Wayuu yang terbilang memiliki nasib sangat beruntung. Dia memiliki bakat bermain sepakbola yang ditemukan oleh seorang pelatih bernama Pocillo.

John Jairo ‘Pocillo’ Diaz, seorang legenda sepak bola Kolombia benar-benar tercengang ketika awal pertemuannya dengan Luis Diaz.

“Untuk sesaat, kami pikir akan sangat sulit baginya untuk tampil karena Diaz tampaknya memiliki masalah kekurangan gizi. Dia sangat kurus dan akan kalah dalam duel dengan pemain lain,” kenangnya.

Pemain yang juga disapa sebagai Lucho ini kali pertama menandatangani kontrak dengan klub lapis kedua di Kolombia, Barranquilla FC pada tahun 2017.

“Ketika kami membawanya, Lucho telah berusia 18 tahun. Tetapi, turnamen khusus pemain muda di Kolombia dibagi antara kelompok usia di bawah 20 dan di bawah 17 tahun,” ungkap Fernel Diaz, koordinator sepakbola usia muda Barranquilla.

Sama halnya dengan Farnel, Direktur klub Atletico Junior, Octavio Rivera pernah mengatakan bahwa tubuh dia sangat kurus, tetapi dia mempunyai stamina dan energi yang tidak normal untuk anak seusianya.

Setelah berkembang di Atletico Junior dan menorehkan prestasi menjuarai Liga Kolombia, pada tahun 2019 James Rodriguez dan Radamel Falcao beserta manajer timnas Kolombia, Carlos Queiroz membawa Luis Diaz ke FC Porto.

Pemain kelahiran 13 Januari 1997 berhasil mengantarkan Porto menjuarai Liga Portugal, Taça de Portugal, dan Supertaça Cândido de Oliveira. Bersama FC Porto, Diaz berhasil mengemas 41 gol dalam 125 pertandingan di semua kompetisi.

Cemerlang di Copa America

Pada perhelatan Copa America 2021 penampilan Luis Diaz mampu menyihir penikmat sepak bola di seluruh dunia. Diaz berhasil mencetak empat gol dan menyamai Lionel Messi sebagai pencetak gol terbanyak.

Seperti yang dikatakan Octavio Rivera, kemampuan dribblingnya sangat memukau. Bola di kakinya seakan menempel mengikuti arah gerak kemana Diaz berlari dan ia berhasil tunjukan di kompetisi sepak bola antar negara Amerika Latin.

Mencatatkan Sejarah Transfer Liverpool

Berhasil menunjukan penampilan gemilang bersama timnas Kolombia dan FC Porto, Luis Dias menjadi incaran banyak klub. Di busa transfer Januari kemarin, tepatnya tanggal 30 Januari, Diaz resmi menandatangani kontrang berdurasi lima muasim bersama Liverpool.

Liverpool berani membayar 45 juta euro untuk mendaratkan Diaz di Anfiled dan mencatatkan sejarah baru menjadi pemain kelima termaham dalam sejarah transfer The Reds.

Warna Baru Permainan Liverpool

Jurgen Klopp sangat memuji penampilan Luis Diaz setelah berseragam Liverpool. Bagaimana tidak, dalam pertandingan debutnya bersama Liverpool pada Piala FA Diaz masuk sebagai pemain pengganti di 30 menit akhir pertandingan dan bermain sangat enjoy.

“Luis memiliki banyak hal yang dia butuhkan untuk memberikan dampak di sini dan kami melihatnya, tetapi kemudian masih ada perbedaan antara melihatnya dalam latihan dan membawanya ke lapangan,” ungkap Klopp di situs resmi Liverpool.

Penampilan gemilang itu ia teruskan di ajang Liga Champions. Luis Diaz selalu menarik perhatian mata pecinta sepak bola dengan aksi-aksi individunya ketika bermain.

Luis Diaz berhasil menyalakan sepak bola dengan gaya permainannya.

Keberhasilannya membawa The Reds ke final Champions disaksikan langsung oleh sang adik, Jesus. Ia menangis ketika wasit meniup peluit panjang akhir pertandingan saat Liverpool menang 3-2 di semifinal Liga Champions kontra Villarreal.

Di Pertandingan itu, Diaz benar-benar bermain penuh percaya diri dan berhasil mencetak gol di menit ke 67.

“Saya sangat senang dan senang dengan apa yang terjadi, tentu saja. Saya akan bermain di final Liga Champions, seperti yang selalu saya impikan,” ungkap Diaz selepas pertandingan di YouTube UEFA.

Pernah membuat klub sepak bola (Dove Sport FC), namun hanya bertahan satu bulan karena krisis finansial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here