Kritik Jurgen Klopp

Kritik itu memang penting, bisa berisi positif atau negatif tergantung dari sisi mana anda menilainya

Kritik Jurgen Klopp
Illistrasi: Bolastoria.com/AR

Setelah hasil imbang 1-1 di Anfield akhir pekan lalu, Klopp kritik permainan taktis ala conte.

Liverpool menampilkan permainan yang menghibur kala bertemu Tottenham Hotspur pada lanjutan Primer League pekan ke-36. Menguasai pertandingan dengan gaya bermain yang indah harus mengalami rasa frustasi saat Spurs tampil solid.

Bahkan The Reds harus tertinggal terlebih dahulu di menit ke-54 setelah Son Heung-min bermasil mencetak gol setelah menerima umpan Ryan Sessegnon.

Liverpool berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-74 lewat gol Luis Diaz. Hasil imbang ini membuat rasa pahit klub ini andai pesaing terdekat dalam perebutan juara liga Manchester City bisa menang lawan Newcastle United.

Ketika ditanya tentang solidnya pertahanan Spurs di bawah kendali Antonio Conte, Klopp mengatakan bahwa ia tidak menyukai sepak bola seperti itu.

“Saya minta maaf, Saya adalah orang yang salah untuk itu. Saya tidak suka sepak bola seperti ini, tapi itu pandangan dan prinsip saya,” ungkap Jurgen Klopp seusai pertandingan dikutip dari Sky Sport News.

Memang benar, jika melihat perjalanan karir Jurgen Klopp sangat jarang memainkan gaya bertahan.

Dalam pertandingan itu tim asuhan Conte hanya menguasai bola sebanyak 35 persen, tetapi mempunyai transisi yang baik sehingga selalu memberikan ancaman lewat serangan balik dengan mengandalkan Harry Kane, Dejan Kulusevski, dan Son Heung-min.

Passion Bermain Klopp

Klop merupakan sosok karismatik yang tidak pernah takut saat ia pertama kali menginjakan kaki di tanah Britania.

Masih teringat jelas di memori penggemar sepak bola saat ia diperkenalkan manajemen Liverpool. Berulang kali ia mengatakan bahwa kedatangannya ke Liverpool “mencoba untuk membantu”.

Dengan tegas dan penuh keyakinan ia mengatakan bahwa Liverpool akan kembali ke masa kejayaan nya dalam waktu empat tahun.

Seperti magis, apa yang dikatakan Klopp terwujud. 2019 Liverpool kembali menambah koleksi gelar Liga Champions menjadi trofi keenam mereka. 2020 menjuarai Liga Inggris. Musim ini mereka sudah mengamankan Piala Carabao dan masih berpeluang merebut gelar Liga Inggris, Liga Champions, dan Piala FA.

Hampir tujuh musim Klopp berada di Marseyside dengan menciptakan identitas yang sangat jelas dan untuk klub ini dan membuat para pemain sampai fans meraskan sensasi yang berbeda.

“Saya sangat percaya pada filosofi bermain yang penuh semangat, cepat, dan sangat kuat,” ungkap Klopp.

Klop juga selalu menekankan pola permainan dengan ritme yang cepat dan menguasai pertandingan. Sangat penting memiliki filosofi bermain untuk mencerminkan mentalitas dan mencerminkan klub ke arah yang lebih jelas.

Mempunyai identitas dan permainan unik begitu selaras dengan nilai-nilai klub adalah satu langkah yang cerdas. Pemimpin yang mampu menciptakan identitas bersama mampu memotivasi tim untuk menjadi lebih baik.

Komunikasi Karimastik ala Klopp

Setelah sukses bersama Borussia Dortmud dengan menciptakan gaya permainan tempo tinggi yang indah dan menciptakan percaya diri yang kuat pada pemain menjadi ciri khas yang melekat pada diri Jurgen Klopp.

Komunikasi karismatik yang dimiliki Klopp ternyata menjadi metode dirinya sebagai pelatih, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dan membuat pemain tampil percaya diri sepanjang pertandingan. Tidak hanya pemain, Klopp juga menerapkan semua itu ke staf dan para supporter.

“Saya tahu saya bagus dalam beberapa hal, dan itu sudah cukup. Keyakinan saya cukup besar sehingga saya benar-benar bisa membiarkan orang tumbuh di sebelah saya, itu tidak masalah.”

Salah satu kekuatan Jurgen Klopp adalah memiliki kepercayaan dari orang lain, dan membalas kepercayaan tersebut, dan itu menjadi inti dari kemampuan seorang pelatih untuk mengispirasi para pemainnya.

Pernah membuat klub sepak bola (Dove Sport FC), namun hanya bertahan satu bulan karena krisis finansial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here